Review Jurnal Penelitian Psikologi Klinis
|
Peringkas / NIM
|
Izzatur Rosyidah
|
|
Tanggal
|
14 April 2016
|
|
Topik
|
Homoseksual
|
|
Penulis
|
Anita Susanti dan Mochamad
Widjanarko
|
|
Tahun
|
2015
|
|
Judul
|
Fenomena Cinta Lesbian
|
|
Jurnal
|
Jurnal Psikologi Undip
|
|
Vol dan Halaman
|
Vol.14., No.22., 160-173
|
|
Landasan Teori
|
Homoseksual adalah kelainan
terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap
orang lain yang mempunyai jenis kelamis sejenis atau identitas gender yang
sama. Mereka mengalami ketertarikan fisik, seksual, dan cinta yang bertahan
lama terhadap individu tersebut. Orientasi seksual disebut dengan
heteroseksual, homoseksual, dan biseksual. Wanita homoseksual dinamakan
dengan lesbian.
|
|
Metode
|
a. Metode penelitian kualitatif
b. Melakukan pendekatan fenomenologis
c. Menggunakan teknik bola salju (snowball
sampling) yakni bertemu dengan komunitas lesbian dari satu subyek lalu
mendapatkan subyek yang lain dengan
cara disarankan oleh subyek pertama.
d. Pengambilan data degan cara observasi dan
wawancara
e. Teknik analisis dengan matriks oleh Miles
dan Hubbeman, yakni secara reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan atau verifikasi.
f. Uji kredibelitas dengan ketekunan
pengamatan, uraian rinci, pengecekan anggota sera cheking dan recheking data.
|
|
Manipulasi
|
Pada umumnya cinta lesbian itu
sangat mendalam dan lebih hebat dari cinta heteroseksual, meskipun tidak
mendapatkan kepuasan seksual yang wajar. Penulis melakukan prelimery
interview dengan subyek, yang hasilnya adalah subyek melakukan ekspresi
ketertarikannya dengan sembunyi-sembunyi.
Subyek mencapai dua level keintiman yang meliputi
merasakan kenyamanan, tidak bisa berpisah dengan pasangan dan selalu ingin
bersama, menyukai kepribadian pasangan, memiliki keinginan untuk membahagiakan,
saling berbagi, merasa mendapat dukungan dan doronga dari pasangan dan
menganggap penting orang yang dicintai.
Ia juga memiliki ketertarikan
fisik, melakukan kontak fisik dan kepuasan seksual (berciuman dan berhubungan
seksual). Biasanya dilakukan secara bergantian
Komitemen jangka pendek, ingin
merasakan dan mencintai pasangan. Jangka panjangnya, ingin mempertahankan,
berusaha bersatu, hidup bersama selamanya meskipun pasangannya dijodohkan
Konflik yang muncul adalah
perselingkuhan, adanya orang ke tiga, perasaan cemburu karena pasangan
bertemu dengan mantan, tuntutan menikah dari keluarga seperti perjodohan,
sikap plin-plan pasangan, adanya trauma dengan pasangan lawan jenis, masih
mencintai mantannya, tidak berkomunikasi secara terbuka.
Harapan dimasa depan adalah ingin
menikah dengan lawan jenis yang sudah
mengerti dirinya sebenarnya, ingin tetap berhubungan dengan pasangan
sejenisnya, ada pula yang berkeinginan menikah meskipun sampai ke luar negeri,
ada pula yang ingiin menikah dengan sesama jenis sedangkan menikah dengan
lawan jenis hanyalah status palsu.
|
|
Hasil
|
Subyek 1 dan 2 sudah pernah
mengalami pengalaman cinta sejenis dimasa lalu. Sedangkan subyek 3 baru
pertama kali. Hal ini diawali dari keintiman yang terjalin, lalu muncul
hasrat, dan komitmen dengan hubungan cinta yang dijalani.
Kebanyakan lesbian menemukan
interaksi seksual dengan wanita sangat memuaskan. Biasanya mereka mengarah ke
orgasme. Pemuasan seksual secara oral dan melalui alat kelamin bagian luar.
|
|
Kekuatan dan kelemahan
|
Kekuatan : Dalam jurnal ini
memuat banyak literatur dan referensi lain. Sehingga data yang didapatkan
kuat, berdasarkan secara empirik maupun teoritis.
Kelemahan : Terbatasnya subyek dan pendalaman informasi
kurang. Seperti bagaimana lesbian ini menjalani kehidupan cinta
sehari-harinya, bagaimana pengungkapan dan ekspresi cinta dari pasangan
lesbian, dan lain sebagainya.
|
|
Kesimpulan
|
Fenomena cinta lesbian ini sudah
ada semenjak subyek remaja, dan ada harapan untuk menikah dengan pasangan
sejenisnya. Meskipun tidak semua memiliki level keintiman yang sama. Mereka
juga memiliki hassrat dan keinginan untuk menikah sesama jenis
|
0 on: "FENOMENA CINTA LESBIAN"