Blogger templates

Blogger news

Blogroll

Jumat, 13 Mei 2016

FENOMENA CINTA LESBIAN

Review Jurnal Penelitian Psikologi Klinis

Peringkas / NIM
Izzatur Rosyidah
Tanggal
14 April 2016
Topik
Homoseksual

Penulis
Anita Susanti dan Mochamad Widjanarko
Tahun
2015
Judul
Fenomena Cinta Lesbian
Jurnal
Jurnal Psikologi Undip
Vol dan Halaman
Vol.14., No.22., 160-173

Landasan Teori
Homoseksual adalah kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap orang lain yang mempunyai jenis kelamis sejenis atau identitas gender yang sama. Mereka mengalami ketertarikan fisik, seksual, dan cinta yang bertahan lama terhadap individu tersebut. Orientasi seksual disebut dengan heteroseksual, homoseksual, dan biseksual. Wanita homoseksual dinamakan dengan lesbian.
Metode
a.   Metode penelitian kualitatif
b.   Melakukan pendekatan fenomenologis
c.   Menggunakan teknik bola salju (snowball sampling) yakni bertemu dengan komunitas lesbian dari satu subyek lalu mendapatkan subyek yang lain dengan  cara disarankan oleh subyek pertama.
d.  Pengambilan data degan cara observasi dan wawancara
e.   Teknik analisis dengan matriks oleh Miles dan Hubbeman, yakni secara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
f.    Uji kredibelitas dengan ketekunan pengamatan, uraian rinci, pengecekan anggota sera cheking dan recheking data.
Manipulasi
Pada umumnya cinta lesbian itu sangat mendalam dan lebih hebat dari cinta heteroseksual, meskipun tidak mendapatkan kepuasan seksual yang wajar. Penulis melakukan prelimery interview dengan subyek, yang hasilnya adalah subyek melakukan ekspresi ketertarikannya dengan sembunyi-sembunyi.

Subyek  mencapai dua level keintiman yang meliputi merasakan kenyamanan, tidak bisa berpisah dengan pasangan dan selalu ingin bersama, menyukai kepribadian pasangan, memiliki keinginan untuk membahagiakan, saling berbagi, merasa mendapat dukungan dan doronga dari pasangan dan menganggap penting orang yang dicintai.
Ia juga memiliki ketertarikan fisik, melakukan kontak fisik dan kepuasan seksual (berciuman dan berhubungan seksual). Biasanya dilakukan secara bergantian
Komitemen jangka pendek, ingin merasakan dan mencintai pasangan. Jangka panjangnya, ingin mempertahankan, berusaha bersatu, hidup bersama selamanya meskipun pasangannya dijodohkan

Konflik yang muncul adalah perselingkuhan, adanya orang ke tiga, perasaan cemburu karena pasangan bertemu dengan mantan, tuntutan menikah dari keluarga seperti perjodohan, sikap plin-plan pasangan, adanya trauma dengan pasangan lawan jenis, masih mencintai mantannya, tidak berkomunikasi secara terbuka.

Harapan dimasa depan adalah ingin menikah dengan  lawan jenis yang sudah mengerti dirinya sebenarnya, ingin tetap berhubungan dengan pasangan sejenisnya, ada pula yang berkeinginan menikah meskipun sampai ke luar negeri, ada pula yang ingiin menikah dengan sesama jenis sedangkan menikah dengan lawan jenis hanyalah status palsu.
Hasil
Subyek 1 dan 2 sudah pernah mengalami pengalaman cinta sejenis dimasa lalu. Sedangkan subyek 3 baru pertama kali. Hal ini diawali dari keintiman yang terjalin, lalu muncul hasrat, dan komitmen dengan hubungan cinta yang dijalani.

Kebanyakan lesbian menemukan interaksi seksual dengan wanita sangat memuaskan. Biasanya mereka mengarah ke orgasme. Pemuasan seksual secara oral dan melalui alat kelamin bagian luar.
Kekuatan dan kelemahan
Kekuatan : Dalam jurnal ini memuat banyak literatur dan referensi lain. Sehingga data yang didapatkan kuat, berdasarkan secara empirik maupun teoritis.
Kelemahan :  Terbatasnya subyek dan pendalaman informasi kurang. Seperti bagaimana lesbian ini menjalani kehidupan cinta sehari-harinya, bagaimana pengungkapan dan ekspresi cinta dari pasangan lesbian, dan lain sebagainya.
Kesimpulan
Fenomena cinta lesbian ini sudah ada semenjak subyek remaja, dan ada harapan untuk menikah dengan pasangan sejenisnya. Meskipun tidak semua memiliki level keintiman yang sama. Mereka juga memiliki hassrat dan keinginan untuk menikah sesama jenis


0 on: "FENOMENA CINTA LESBIAN"